Mata Nenek Ani kembali basah. Peristiwa sembilan tahun lalu seperti terulang kembali. Ia ingat betul betapa ia kecewa ketika mengetahui bahwa cucunya yang terinfeksi HIV ditolak masuk sebuah sekolah dasar negeri di daerah Cengkareng, Jakarta Barat. Tahun ini, tiga hari sebelum peringatan Hari Anak Nasional, ia kembali mendapati kabar bahwa Hanif, cucunya yang paling kecil diejek karena memiliki penyakit HIV oleh tiga teman sekelasnya. Kata Hanif, tiga orang itu mengetahui sakitnya dari Pak Hendra, guru olah raga baru di sekolah itu.

Hanif baru berusia 10 tahun. Ia sudah tahu sedikit tentang penyakitnya dari nenek. Nenek perlahan-lahan menjelaskan apa yang sebenarnya diderita Hanif sehingga ia harus minum obat secara teratur setiap hari. Hanif tahu bahwa penyakit itu ia dapatkan dari ibunya dan bahwa penyakit itu tidak menular dengan mudah seperti flu dan penyakit demam berdarah. Itu sebabnya Hanif marah ketika temannya mengatakan bahwa ia penyakitan dan penyakit itu menjijikkan.

 

Selengkapnya…