TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Diskriminasi bagi anak-anak dengan HIV masih saja terjadi di Indonesia. Momentum hari pendidikan nasional tahun ini mestinya menjadi momentum agar anak-anak dengan HIV tidak mendapatkan perlakuan yang beda. Dalam rentang waktu enam tahun sejak 2009 lalu, setidaknya ada enam kasus penolakan murid di sekolah dasar yang didampingi oleh Lentera Anak Pelangi. “Enam […]

    Read More

    TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA – Hingga kini masih ada anggapan keliru bahwa anak sekolah dengan HIV tergolong anak berkebutuhan khusus. Padahal tidak seperti itu. Anak dengan HIV bisa bertumbuh dan berkembang selayaknya anak-anak yang lain dengan adanya perawatan serta dukungan yang baik. “Maka ketika sekolah pada akhirnya meminta murid yang berstatus HIVuntuk pindah ke sekolah lain dengan alasan tidak tahu bagaimana harus memenuhi […]

    Read More

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seperti halnya pada orang dewasa, pendampingan dan pengobatan bagi anak-anak pengidap HIV/AIDS juga memerlukan kontinuitas. Baik itu dari segi penyediaan obat ARV (Antiretroviral) untuk anak, pemeriksaan kesehatan secara berkala, hingga pendampingan psikologis. Advokasi dan Psikosial Manager Lentera Anak Pelangi, Natasya Evalyne Sitourus, mengatakan pengobatan bagi anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih menghadapi kendala. […]

    Read More

    Jakarta. Activists have called on the government revise its current HIV treatment for infants and children by allowing more than one antiretroviral drug for children. Natasya Evalyne Sitorus, an activist from Lentera Pelangi Anak (Children Rainbow’s Lantern), which runs a mitigation program for children living with HIV and AIDS in Jakarta, said on Thursday that […]

    Read More

    KOMPAS.com – Pemberian obat antiretroviral (ARV) sedini mungkin pada anak yang terinfeksi HIV dapat membuat virus tidak terdeteksi sehingga anak bisa hidup sehat. Obat ARV ini harus dikonsumsi secara teratur setiap 8 jam dan terus diminum oleh anak seumur hidupnya. Hal itu kerap membuat anak bosan minum obat. Natasya Evalyne Sitorus dari Yayasan Lentera Anak […]

    Read More

    Jakarta – Pusat Penelitian (PP) HIV/AIDS Atma Jaya menemukan masih terdapat beberapa hambatan dalam hal pengobatan anak dengan HIV/AIDS. Di satu sisi pengobatan dengan menggunakanAntiretroviral (ARV) harus dilakukan, namun di sisi lain pola pengobatan yang ada masih banyak mengalami hambatan dan permasalahan, hingga penanganan anak yang hidup dengan HIV/AIDS masih belum optimal. Menurut data Kementrian […]

    Read More

    Jakarta, Mengetahui dirinya positif terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) bisa saja membuat seseorang menjadi minder dalam bergaul. Apalagi, jika ini dialami oleh anak-anak. Meski begitu, anak bisa tetap diajari percaya diri di lingkungan dengan melatih keterampilan psikososialnya. “Anak perlu diajari psikososial yaitu pendidikan keterampilan hidup. Gimana mereka bisa sosialisasi, tolong menolong, serta mengajari kejujuran dan […]

    Read More

    Jakarta, Pemberian obat antiretroviral (ARV) pada anak dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) mutlak diperlukan agar jumlah virus pada tubuh anak bisa ditekan. Kini, ARV untuk anak pun sudah tersedia. Meski begitu, pemberian ARV pada si kecil bukan berarti tak memiliki kendala. Natasya Evalyn Sitorus dari Lentera Anak Pelangi (LAP) yang memberikan pendampingan pada anak dengan […]

    Read More

    JAKARTA, KOMPAS.com – Anak-anak yang terinfeksi HIV  tetap bisa hidup sehat dan produktif jika sejak dini menjalani pengobatan ARV (obat antiretroviral). Sayangnya masih banyak hambatan yang dihadapi sehingga tingkat kepatuhan konsumsi obat rendah. Seperti halnya pengobatan ARV bagi orang dewasa pengidap HIV/AIDS, anak-anak yang terinfeksi HIV memerlukan konsumsi obat yang teratur, pemeriksaan kesehatan berkala, serta […]

    Read More

    TEMPO.CO, Jakarta – Natasya Evalyne Sitorus, Manajer Advokasi dan Psikososial Lentera Anak Pelangi – Pusat Penelitan HIV Unika Atma Jaya Mata Nenek Arniberkaca-kaca. Perlakuan diskriminatif terhadap cucunya, Rahmat, yang ditolak bersekolah karena berstatus HIV positif, selalu membuat ia menangis. Padahal kejadian itu sudah enam tahun berlalu. “Nenek selalu dihantui rasa bersalah karena menceritakan penyakit Rahmat […]

    Read More