Sekolah LAP adalah sebuah program rutin bulanan yang diselenggarakan untuk anak dan keluarga dampingan. Sekolah LAP bertujuan untuk membangun karakter moral anak dan keluarga. Sekolah LAP memiliki kurikulum yang sudah disepakati dan disusun bersama oleh tim LAP dan tim relawan guru. Sekolah LAP terdiri dari 5 kelas sesuai dengan kelompok usia.

    1. Kelas Bayi Bermain
      Kelas ini diperuntukkan bagi anak usia di bawah 5 tahun. Kegiatan di kelas ini tujuannya lebih kepada membantu mengasah motorik anak di bawah 5 tahun. Materi dan metodenya disesuaikan dengan kondisi anak. 
    2. Kelas Anak Ceria
      Kelas ini diperuntukkan bagi anak usia 6 – 9 tahun. Kegiatan di kelas ini tujuannya mengajak anak untuk lebih aktif dan terlibat dalam kegiatan kelas. Materi dan metodenya disesuaikan dengan kondisi anak.
    3. Kelas Anak Hebat
      Kelas ini diperuntukkan bagi anak usia 10 – 13 tahun. Kegiatan di kelas ini bisa lebih kompleks dibanding dengan kelas Anak Ceria. Metodenya lebih interaktif sementara materi yang disampaikan sudah lebih kaya. Anak sudah bisa diajak berdiskusi dan lebih berani mengutarakan pendapatnya.
    4. Kelas Dunia Remaja
      Kelas ini diperuntukkan bagi anak usia 14 – 18 tahun. Kegiatan di kelas ini bisa lebih kompleks dibanding dengan kelas Anak Hebat. Metodenya lebih interaktif sementara materi yang disampaikan sudah lebih kaya. Anak juga dipersiapkan untuk mengtahui status HIVnya. Pengungkapan status HIV tidak dilakukan di kelas oleh relawan guru, tetapi oleh orang tua atau pelaku rawat di rumah.
    5.  Kelas Orang Tua
      Kelas ini diperuntukkan bagi orang tua dan pelaku rawat. Kegiatan di kelas ini bertujuan untuk membekali orang tua dan pelaku rawat tentang hal-hal yang berkaitan dengan anak HIV; pengasuhan, perawatan, pengobatan, dan dukungan. 

     

    Konseling anak dan keluarga diberikan kepada anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan psikososial dalam bentuk konseling. Konseling dilakukan oleh divisi psikososial. Jika kasus yang ditemukan cukup sulit, maka akan dirujuk kepada Ad Familia Indonesia yang adalah rekanan Lentera Anak Pelangi. Sejauh ini, beberapa anak maupun pelaku rawat merasa cukup terbantu setelah menjalani beberapa tahap konseling di Lentera Anak Pelangi. 

    Melukis Pelangi adalah sebuah kegiatan rutin tahunan yang diperuntukkan bagi anak usia 13 – 18 tahun. Kegiatan dua hari satu malam di luar kota ini tidak melibatkan orang tua atau pelaku rawat lainnya. Dalam kegiatan ini, anak diajak untuk menggali apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan, ketakutan dan mimpi mereka. Lewat acara ini, anak diharapkan bisa lebih mandiri dan berani serta lebih aktif terlibat dalam kegiatan LAP. Kegiatan ini dilakukan dengan aktivitas alam dan dalam ruangan.

    Dilakukan rutin sebulan sekali. 12 orang aktif mengikuti pertemuan dukungan sebaya ini dan dilatih untuk pada akhirnya menjadi pendidik sebaya bagi orangtua dan pelaku rawat lainnya. Dalam pertemuan-pertemuan ini diberikan juga informasi tentang perawatan anak serta isu kesehatan anak HIV.

    Selain itu program pemberdayaan anggota KDS juga sudah dimulai lewat program asistensi manajemen kasus. Hingga tahun 2018 sudah ada 5 orang anggota KDS yang diangkat menjadi manajer kasus dan aktif melakukan kunjungan rumah maupun rumah sakit dan melakukan pelaporan.

    Vocational training diperuntukkan bagi anak usia 13 tahun ke atas atau yang duduk di bangku SMP. Tujuannya adalah untuk peningkatan kapasitas anak sesuai dengan minat dan bakat mereka, tetapi secara khusus membantu anak yang sudah putus sekolah agar memiliki keterampilan.